Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > Denomination
 

Sidang Tahunan Majelis Sinode GMIT ke 29 Dibuka Ketua PGI

Thursday, Sep. 29, 2005 Posted: 8:30:37AM PST


Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. AA Yewangoe (kedua dari kiri) sedang memberikan ceramah kepada peserta sidang tahunan XXIX Majelis Sinode GMIT, Selasa (27/9). Tampak dalam gambar Yewangoe didampingi Dosen Etika UKAW-Kupang, Pdt. Dr. JEE Inabuy, Ketua GMIT Sinode, Pdt. Ayub Ranoh (paling kanan) dan Sekretaris GMIT Sinode, Pdt. MJ Karmany (paling kiri). Foto: Pos Kupang/ Johnson Olin

Sidang tahunan XXIX Majelis Sinode GMIT telah berlangsung di gedung GMIT Sinode Kupang, Selasa (27/9), yang juga dihadiri oleh Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Pdt. Dr. AA Yewangoe, Pos Kupang memberitakan.

"Gereja bagi orang lain, berarti gereja yang lebih terbuka dan membuka dirinya bagi pihak lain. Itu berarti gereja tidak boleh hanya berorientasi ke dalam dirinya sendiri. Gereja seperti ini mesti dilakukan, sebab tanpa itu, gereja akan kehilangan kredibilitasnya sebagai gereja," kata A.A Yewangoe.

Menurut dia, sangat tepat jika saat ini gereja memelopori berbagai persoalan sosial. Gereja, katanya, harus mengikuti Yesus Kristus yang menjadi manusia bagi orang lain. Gereja bagi orang lain berkaitan dengan solidaritas sosial. Kata solidaritas, lanjut dia, mempunyai makna terjalinnya kesatuan erat di antara beberapa pihak. "Perlu dijabarkan pengertian solidaritas dalam berbagai program dan rencana yang tidak saja mengarah ke dalam, tetapi juga sungguh-sungguh menyentuh kepentingan bersama," ujarnya.

Sedangkan pimpinan sidang Dr. Eben Nuban Timo mengemukakan bahwa dalam sidang kali ini peserta sebaiknya mengangkat persoalan kemiskinan yang terjadi di NTT. NTT sebenarnya tidak miskin, kata Timo. Banyak potensi yang bisa digali dan dimanfaatkan untuk mengeliminir kemiskinan. "Daerah ini mempunyai potensi sumber daya alam. Sayang, kita belum mampu memanfaatkannya," ujar Nuban Timo.

Dia menambahkan, para peserta juga bisa membahas masalah gender yakni peranan kaum perempuan saat ini. "Dalam rumah tangga, perempuan mempunyai peranan sangat besar. Ibu-ibu sekarang bukan hanya melahirkan dan merawat anak, tetapi juga mencari nafkah untuk menopang kehidupan keluarga."

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana, Ev. Mus F Laoere, mengatakan, pelaksanaan sidang sinode ini mendapat dukungan dari Klasis Kota Kupang, Klasis Kupang Barat, dan Klasis Kupang Timur. Selain itu, kegiatan ini pun didukung oleh para pendeta, dokter, dan masyarakat Kota Kupang.

"Kami juga mendapat dukungan dana dan natura (hewan) dari masyarakat Amarasi Timur, Amarasi Barat, Fatuleu Barat, Amfoang Utara, Amfoang Selatan, Semau, klasis-klasis se-TTS, Pemkot dan Pemkab Kupang, serta pemerintah propinsi, dan para pengusaha Kristen," ujarnya.



Sandra Pasaribu

 
Dari Church  
Pembinaan Penatua HKBP : Penatua Harus Implementasikan Visi & Misi Gereja
Penatua HKBP harus berperan aktif dalam membangun pelayanan di tengah-tengah masyarakat. Pelayanan yang bersifat inklusif, dialogis dan terbuka terbuka sangat diharapkan dapat hadir dari penatua-penatua ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang