Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Arsip
Denominasi
Okumene
Umum
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Church  > General
 

Gereja Kristen Sumba Lakukan Gugatan Atas Tanah

GKS melalui Pdt. Elias Rawambani resmi menggugat mantan Bupati Sumba Timur Drs. Lukas Mbadi Kaborang

Monday, May. 23, 2005 Posted: 12:46:23PM PST


Gereja Kristen Sumba (GKS) melalui Pdt. Elias Rawambani Sm.Th, Sabtu, 21 Mei 2005, resmi menggugat mantan Bupati Sumba Timur Drs. Lukas Mbadi Kaborang, mantan Kadis Pertanahan Sumtim JM Palla S.H, mantan Direkrur PD Waingapu Bhakti Hasan Basri, dan Direktur PT Cipta Putra Sejahtera Permai Tedy Tandoyo, ke Pengadilan Negeri Waingapu.

Masalah itu terkait dengan adanya gugatan atas kepemilikan tanah GKS seluas sepuluh hektar yang kini disertifikasi menjadi milik Direktur PT CPSP Tedy Tandoyo.

“Langkah ini kami tempuh setelah sekitar 14 tahun menunggu proses sertifikasi tanah, tapi prosesnya tetap tertunda. Bahkan secara sepihak mantan bupati, Lukas Kaborang, menyerahkan tanah itu kepada Tedy Tandoyo melalui PD Waingapu Bhakti. Penyerahan tanah ke pihak ketiga itu tanpa sepengetahuan Dewan sebelumnya," kata Elias Ranggambani kepada Pos Kupang di Waingapu.

Elias menyatakan, langkah GKS untuk menggugat para pihak itu adalah langkah tepat setelah berbagai upaya yang telah dilakukan sejak tahun 1991 lalu.

"Langkah yang kami tempuh ini sudah tepat karena telah melalui proses permohonan sertifikat yang runut, tapi GKS hingga kini belum diberi sertifikat. Kami sebenarnya merasa tertipu dan dibohongi pemerintahan Lukas Kaborang karena tanah yang seharusnya menjadi milik kami tiba-tiba berubah tangan dari Pemkab Sumtim ke Tedy Tandoyo dengan akta hibah No:01/PPAT/II/HHR/1998 tanggal 9 Februari 1998. Selaku pendeta, saya berkewajiban untuk membela hak-hak masyarakat. Jadi jangan katakan, pendeta hanya bisa berdoa, tapi dalam alkitab dikatakan berdoa dan berusaha. Karena itu kami ambil langkah menggugat. Apalagi kami punya bukti. Begitu juga pihak lain, seperti STIE dan sebagian PNS," kata Elias.

Ia juga mengakui pihaknya baru menganggap masalah tanah itu serius pada sekitar 2004-2005, ketika permintaan pengembalian sertifikat dari pengusaha tidak dikembalikan oleh Direktur CPSP.

Pihak GKS berharap setelah upaya hukum ini GKS kembali mendapatkan tanah tersebut agar dapat membangun rumah dan perkantoran GKS. "Kita berharap tanah kapling yang telah kita bayar itu disertifikasi dan diserahkan kepada kami untuk menjadi hak milik kami. Sebab, di atas tanah itu sekarang telah dibangun bangunan berupa RSS, serta rumah mantan bupati Lukas Kaborang," kata Elias.



Sandra Pasaribu

 
Dari Church  
Pembinaan Penatua HKBP : Penatua Harus Implementasikan Visi & Misi Gereja
Penatua HKBP harus berperan aktif dalam membangun pelayanan di tengah-tengah masyarakat. Pelayanan yang bersifat inklusif, dialogis dan terbuka terbuka sangat diharapkan dapat hadir dari penatua-penatua ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang