Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak (Mat 5 : 37).
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Arsip
Devosi
Puisi
Citra
Editorial
Customer Service
Info Iklan
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Life  > Daily QT
 

Keberanian di Tengah Krisis

Bacaan : Daniel 3:8-18

Wednesday, Oct. 19, 2005 Posted: 11:46:13AM PST

Selama berabad-abad, beberapa hamba Allah menghadapi kemungkinan kematian yang menyiksa, kecuali mereka mau menyangkal iman. Mereka tahu bahwa Allah sanggup membebaskan mereka. Tetapi mereka juga tahu bahwa untuk menggenapi rencana-Nya, mungkin Dia tidak menjawab permintaan mereka untuk memberikan bantuan yang ajaib.

Dalam kitab Daniel, tiga pemuda Ibrani yang menjadi tawanan di Babel menghadapi pilihan hidup-dan-mati: Memuja patung emas raja atau dilempar ke dapur api. Mereka menjawab dengan tegas, “Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu.” Mereka menambahkan, “Tetapi seandainya tidak, . . . kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu” (Daniel 3:17,18).

Tetapi jika tidak! Kata-kata itu menantang kesetiaan kita. Seandainya kita menghadapi penyakit yang melumpuhkan. Andaikan kita menghadapi aib yang memalukan. Andaikan kita menghadapi kehilangan yang menyakitkan. Kita memohon campur tangan Allah, namun dalam setiap situasi yang mengancam, permohonan kita seharusnya juga menyertakan syarat, “Tetapi jika tidak!”

Apakah kita bersikap seperti Yesus di Getsemani? “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Matius 26:39).

Apakah kita sanggup untuk menahan siksaan apa pun yang akan memuliakan Allah dan menggenapi rencana-Nya yang kudus? -VCG

Sumber: sabda.org




 
Dari Life  
Keindahan
Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Friday, Nov. 11 2005 4:07:36PM PST
Tokoh Gereja: Posisi Tawar Umat Kristen Rendah
Kelompok Teroris Diduga Sedang Merancang Teror Malam Natal
Gereja Se-Indonesia Bahas Penutupan Tempat Ibadah
Pdt Damanik Minta Inggris Tekan RI
TPKB Minta SKB Serta Revisinya Dicabut [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Pelayan Lintas Waktu dan Ruang