Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yoh 8 : 32). 
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Afrika & Timur Tengah
Amerika
Asia-Pasifik
Eropa
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Teknologi
Editorial
Customer Service
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Europe  > General
 

Dewan Gereja Se-Dunia Turut Mengecam Film Anti Quran

Tuesday, Apr. 1, 2008 Posted: 5:48:44AM PST


Anggota parlemen Belanda Geert Wilders menjawab media di The Hague, Belanda, 25 Maret 2008. (Foto: AP Images / Evert-Jan Daniels)

Dewan Gereja se-Dunia (WCC) mengecam film baru anggota perlementer Belanda yang menuduh Al-Qur'an mendorong kekerasan.

Direktur Program Dialog Antaragama WCC itu mengkritik film pendek Geert Wilders berjudul "Fitna" sebagai " kasus yang jelas dari Islamofobia."

"Terlihat melalui gambar-gambar, pembuat film melukiskan ekstrimisme keras tanpa ada usaha untuk memisahkannya dari Islam mainstream," kata Premawardhana. "Ekstrimisme adalah masalah di setiap agama dan perlu dicegah melalui dialog antaragama."

Wilders, pemimpin Partai Kebebasan yang anti imigrasi, menayangkan video pendeknya di Internet pada Kamis lalu dan disambut kemarahan umat Muslim di seluruh dunia. Di film tersebut, gambar serangan 11 September di Amerika Serikat dan peledakan bom yang dilakukan ekstrimis Muslim muncul bersama kutipan-kutipan dari Al-Qur'an.

Dalam pernyataan bersama, para menteri luar negeri Uni Eropa, mengecam film tersebut dan mengekspresikan dukungan mereka untuk Pemerintah Belanda, yang menjauh dari film Wilder.

"Film itu menyamakan Islam dengan kekerasan dan pandangan ini dengan tajam ditolak," bunyi pernyataan 27 menteri tersebut.

Namun, Uni Eropa juga mengatakan film itu tidak melewati batas kebebasan beragama dan mereka yang terhina oleh isinya tidak seharusnya bereaksi dengan kasar.

"Merasa terhina bukanlah alasan untuk menyerang atau mengancam," kata mereka.

Film itu menyebabkan kemarahan di negara-negara mayoritas Muslim termasuk Iran, yang menyebut film itu mengerikan, menghina dan anti-Islam.

Sebuah delegasi yang terdiri dari umat Kristiani dan Muslim Belanda minggu lalu mengunjungi Mesir untuk mengurangi kerusakan yang dapat disebabkan film tersebut. Menurut Ecumenical News International, mereka membawa pesan bahwa mayoritas populasi, komunitas gereja dan Muslim di Belanda menentang film tersebut, namun kebebasan berbicara berarti bahwa Pemerintah Belanda tidak berkuasa melarang penayangannya.

Menurut anggota delegasi, According to mempemimpin spiritual umat Muslim Sunni sedunia, Sheikh Muhammad Sayyid Tantawy, mengekspresikan ketidaksenangannya kepada mereka dalam pertemuan selama setengah jam tersebut.

"Seorang anggota parmelen di Belanda menghina satu setengah milyar umat Muslim. Ini tidak dapat ditoleransi," kata Sheikh seperti dikutip delegasi.

Bas Plaisier, anggota delegasi dan sekretaris jenderal Gereja Protestan di Belanda, mengatakan setelah pertemuan dengan Talawy, "Sekali lagi jelas bagi kami bagaimana respon terhadap isu ini sangat emosional di dunia Arab. Film ini bermain dengan api."

Awal bulan lalu, WCC meluncurkan komentar "Belajar untuk Mengeksplorasi Kasih Bersama-sama," dimana tubuh ekumenikal itu mendesak baik Muslim dan Kristiani menemukan dasar bersama dalam kasih untuk Tuhan dan sesama.

Komentar tersebut menyusul "Renungan mengenai Imperatif Religius Kita untuk Memupuk Sensitivitas dan Rekonsiliasi dalam Masyarakat yang Berubah" yang dirilis Komite Pusat WCC Februari lalu. Dokumen itu mendorong gereja-gereja "bekerja memajukan rekonsiliasi dan penyembuhan" melalui dialog dengan umat Muslim yang menuntun masyarakat "tidak hanya dari permusuhan ke kehidupan yang damai, namun juga perayaan kehidupan kita bersama-sama."

Next Page: 1 | 2 |


Daniel Blake
Koresponden Kristiani Pos

 
Dari Europe  
Mantan Muslim Yang Dibaptis Paus Berkata Hidupnya Dalam Bahaya Besar
Seorang pengarang Muslim populer yang baru-baru ini dibaptis oleh Paus Benediktus XVI Sabtu malam lalu mengatakan hidupnya berada dalam bahaya yang besar karena konversinya ke Katolikisme.
... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Saturday, Apr. 18 2009 9:50:02PM PST
Paskah Nasional Tetap Digelar Meski Gereja Menolak
Gereja Serukan Umat Kristiani di Indonesia Memilih
Syukuran Tiga Tahun RBT, AlphaOmega Luncurkan “JariJempol” [Photo]
Pemilu 9 April 2009 Minus Larantuka dan Lambata
Gereja Harus Jadi "Sekolah Kehidupan" Bagi Jemaat [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Cabut SKB No.1/1969
Partners |