Kematian Martir dan Kematian Kurban
, Apr. 1, 2006 Posted: 12::AM PST

Baru saja saya menyelesaikan nonton film-serial, 10 episode produksi dari Showtime dan HBO yang berjudul Sleeper Cell, menceritakan kelompok-sel yang mempunyai agenda jihad untuk menegakkan kebenaran agamanya. Mereka terdiri dari 5 orang-orang yang gagah berani dan setia kepada agamanya. Kelompok kecil-kecil ini tersebar dibeberapa kota di Amerika Serikat. Mereka adalah kelompok orang-orang yang pintar, cekatan dan menguasai tekhnologi. Dalam film ini juga diceritakan keterlibatan mahasiswa Indonesia berdarah Atjeh yang menguasai bio-technology, yang menandakan bahwa jihad orang Indonesia cukup dikenal di manca-negara.
Kita mengenal istilah "mati syahid", yang menurut pengertian saudara kita dari kalangan Muslim adalah "mati di jalan Allah atau karena Allah, misalnya mati membela agama atau kebenaran hakiki". "Mati syahid" dalam bahasa Inggris adalah 'martyr', berasal dari kata Yunani 'martur' yang berarti "saksi". Disepanjang film diatas mati istilah "mati syahid" sangat sering diucapkan. Disamping itu pula, kita mengenal dari beberapa tulisan di media masa atau opini verbal di televisi dari kalangan muslim, biasanya dari golongan moderat yang menekankan arti jihad secara kaffah, bahwa melawan hawa nafsu diri sendiri adalah jihad terbesar yang sangat berat dan wajib dilakukan umat.
Ada banyak orang yang 'berani mati' bagi agamanya atau bagi tujuan-tujuan tertentu dari golongannya, kita melihat dalam peristiwa 9/11 beberapa orang dengan gagah berani menabrakkan diri ke gedung Pentagon dan WTC. Dr Asahari, Asmar Latin Sani, Misno, Salik Firdaus dkk. juga kita kenal keberanian mereka untuk "mati syahid" demi agenda tertentu di beberapa kasus terorisme di Indonesia ini. Dan mati yang "syahid" ini dilakukan oleh berbagai kalangan, misalnya bom-syahid di Haiva 2004 dilakukan oleh seorang gadis Palestina, Hanadi. April 2001, Wang Wei, seorang pilot pesawat tempur China dengan gagah berani menabrakkan diri pada pesawat mata-mata milik Amerika. Mei 1991, Malli, gadis muda mengenakan sabuk-bom pada tubuhnya untuk 'membunuh' Rajiv Gandhi dan ia mati bersamanya. Belum lagi peristiwa historis lainnya misalnya 'kamikaze' pilot Jepang di Pearl Harbour 1941, mereka semuanya itu melakukannya demi negara, nyawapun mereka persembahkan.
Kematian Yesus di kayu-salib jika disamakan dengan bermacam-macam "mati syahid" seperti diatas, kematianNya tidak terlalu istimewa, dan kemudian orang juga membanding-bandingkan kematian para murid/pengikut Tuhan yang sebagian besar mati sebagai martir. Beberapa contohnya adalah : Petrus mati di Roma disalib dengan kepala di bawah. Andreas, konon memberitakan Injil hingga ke Rusia Selatan dan Balkan, mati disalib dengan salib model "X" di Patras, Yunani. Yakobus bin Zebedeus, saudara Yohanes, mati sebagai martir di era Herodes Agripa I (Kisah Para Rasul 12:2). Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya diseret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya. Lukas mati digantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Paulus juga mati sebagai martir, ia dieksekusi mati dibawah pemerintahan Kaisar Nero.
Next Page: 1 | 2 | 3 |
Bagus Pramono
Koresponden Kristiani Pos
|