Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu (Yoh 8 : 32). 
Search
Arsip Berita
Web
 
Advanced Search
Enhanced by
Home
Arsip
Dunia
Gereja
Ministri
Misi
Pendidikan
Budaya
Masyarakat
Hidup
Arsip
Devosi
Puisi
Citra
Kesehatan
Editorial
Customer Service
Media Kit
Bookmark
Interaktif
Hubungi Kami
Kristiani Pos
Tentang Kami
Syarat dan Kondisi
Administrasi
 
 
Home > Life  > Daily QT
 

Didikan Membawa Kehidupan

Friday, Oct. 19, 2007 Posted: 6:36:53PM PST


Amsal 13:12-25

Perikop ini sebenarnya masih melanjutkan nasihat untuk menerima didikan yang benar dari Tuhan sendiri. Ketekunan menjadi kata kunci untuk maju, orang yang gampang putus asa tidak akan menerima apa-apa (12). Orang yang meremehkan didikan pun akan menanggung akibat dari kebodohannya sendiri (13). Orang yang menerima didikan akan menjadi bijak dan berakal budi, tahu menghindar dari jebakan orang-orang fasik dan tetap hidup (14-16), serta cakap pula mengajar orang lain (17).

Tuhan mendidik umat-Nya dalam kebenaran dengan tujuan untuk mendorong orang yang sudah hidup benar agar bertahan, bahkan memaksimalkan kebenaran (mis. 16a, 20a, 22a). Tujuan lainnya adalah untuk memperlihatkan sikap dan akibat kefasikan (16b, 20b, 22b). Di sini Tuhan mendidik orang dengan memperhadapkan orang pada akibat-akibat yang harus ditanggung bila hidup dalam ketidakbenaran.

Amsal juga mendorong pendengarnya untuk ambil bagian dalam mendidik orang lain, terutama anak-anak sendiri. Meski tidak mudah, orang tua bertanggung jawab terhadap pertumbuhan iman dan karakter anak-anak mereka. Itulah tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepada para orang tua. Orang tua yang tidak mendisiplin anaknya, perlu dipertanyakan kasihnya. Itu menunjukkan kurangnya perhatian mereka pada perkembangan karakter anak-anak mereka. Oleh karena itu, orang tua perlu meninggalkan kesaksian dan warisan yang baik untuk anak-anak (22). Bukan semata-mata berupa harta materi, tetapi juga kebajikan, kesalehan, dan karakter yang mulia. Kalau diperlukan, jangan takut untuk mendisiplin anak dengan tegas agar mereka tetap tinggal dalam kebenaran (24). Anak yang tidak pernah mendapat koreksi dari orang tua, dapat tumbuh tanpa memiliki pengertian tentang kebenaran.

Kiranya setiap orang tua meminta hikmat dari Tuhan agar memiliki cara mendidik yang benar. Tentu saja agar setiap anak juga hidup berdasarkan hikmat Tuhan.






Diambil dari sabda.org



 
Dari Life  
"Mangkuk Perenungan"
Bacaan : Lukas 18:18-27 Tak terhitung berapa kali hati saya berkata, "Aku akan memanggang roti." Lalu suatu hari saya menyadari bahwa saya tidak pernah menganggang roti selama hidup-ovenlah ...... | more
E-mail
Print-friendly version
Headlines Hari ini
  Wednesday, Apr. 01 2009 4:24:18PM PST
Pemilu 9 April 2009 Minus Larantuka dan Lambata
Pemerhati: Perundang-Undangan Bisa Mengancam Pluralisme Indonesia
PDS Imbau Umat Kristiani Sukseskan Pemilu 2009
Warga Antusias Sambut Baksos Jalinan Kasih RCTI & Gereja
WALHI: Bencana Situ Gintung Akibat Arogansi [Photo]
Terpopuler
Terjadinya Penganiayaan Anak Kecil di Gereja Pondok Daud Dibantah
Sidney Mohede:Belajar dari Billy Graham
Penembokan Sekolah Sang Timur
Gus Dur Meminta Walikota Tangerang Memberikan Izin Membangun Gereja
Cabut SKB No.1/1969
Partners |