Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Dewan Gereja Dunia: Pertumpuhan Darah di Jalur Gaza Harus Segera Dihentikan

Ethan Cole
Koresponden Kristiani Pos

Posted: Jan. 03, 2009 17:40:40 WIB
dewan-gereja-dunia-pertumpuhan-darah-di-jalur-gaza-harus-segera-dihentikan

Orang-orang Palestina berkumpul di reruntuhan puing gedung sesudah serangan peluru Israel menimpa rumah seorang anggota Hamas di Beit Lahiya, di Jalur Gaza utara, Senin, Des. 29, 2008. Angkatan perang udara Israel memusnahkan lambang kekuatan Hamas pada hari ketiga Senin lalu saat banyak penyerang tumpah ruah di Gaza. (Foto: AP)

Konflik bersenjata antara kelompok Hamas dengan militer Israel di Gaza harus “segera” dihentikan, dewan gereja menyerukan pada Senin lalu.

Dewan Gereja Dunia (WCC), secara tegas menyatakan dukungan atas situasi di Palestina, mengecam kekerasan yang terjadi di Gaza dan menyerukan kepada pemerintah di wilayah tersebut dan di seluruh dunia untuk meminta bantuan perlindungan terhadap “mereka yang berada dalam resiko besar bagi kedua belah pihak di perbatasan.”

“Kematian dan penderitaan yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir merupakan sesuatu yang memalukan dan mengerikan yang puncaknya tidak lain hanya penderitaan dan kematian,”ungkap Rev. Samuel Kobia, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, dalam pernyataannya pada Senin lalu.

“Pemboman yang dilakukan di daerah paling padat penduduknya di dunia tersebut… harus segera dihentikan,”tambahnya.

Lebih dari 300 orang telah terbunuh – kebanyakan dari mereka adalah militant Hamas – pada tiga hari serangan udara Israel, menurut Badan Keamanan PBB dan Agen Perlindungan Palestina (UNRWA).

Disamping ratusan orang terbunuh, sekitar lebih dari 1.000 orang luka. Rumah sakit di Gaza “hampir tidak dapat berfungsi” dan fasilitas medis saat ini “membutuhkan tersedianya bantuan darah,” menurut laporan Iyad Nasr, seorang juru bicara Komite Palang Merah Internasional, yang dilansir CNN.

Juga pada Senin lalu, menteri pertahanan Israel Ehud Barak menyatakan “perang” melawan Hamas sebagai balasan atas roket yang dilancarkan ke wilayah Israel, lebih dari 40 roket yang diluncurkan dalam sehari.

Total, lebih dari 150 roket telah diluncurkan ke wilayah Israel yang telah memicu pertikaian antara musuh lama. Salah satu roket telah menewaskan seorang warga yang berada di tempat konstruksi sekitar 6 mil sebelah utara Gaza, dan melukai delapan orang lainnya, seorang petugas rumah sakit mengatakan pada CNN. Kematian warga Israel ini merupakan yang kedua kalinya sejak serangan udara yang dimulai Sabtu pekan lalu.

“Kami telah banyak merentangkan tangan kami untuk tujuan perdamaian kepada Palestina. Kami tidak mempunyai alasan apapun untuk melawan orang-orang di Gaza,” ujar menteri pertahanan Barak. “Akan tetapi ini adalah perang melawan Hamas dan kaki tangannnya.”

Gedung Putih telah menyerukan kepada Hamas, agar kelompok teroris tersebut mengentikan menembakkan roket secara terus menerus ke Israel.

“Untuk dapat menghentikan kekerasan yang terjadi, Hamas harus berhenti meluncurkan roket ke Israel dan setuju serta menghormati penghentian genjatatan senjata,” juru bicara Gedung Putih Gordon Johndroe menyatakan.

Dewan Keamanan PBB telah meminta kedua belah pihak untuk segera menghentikan kekerasan, akan tetapi mereka bersikeras untuk tetap melanjutkan serangan guna mempertahankan wilayah mereka.

Senin lalu, sekitar 50 truk bantuan masuk ke Gaza mengangkut bantuan ditengah situasi yang buruk.

“Kami telah menerima 40 truk kemarin, dan berharap ada sekitar 100 truk hari ini,”ungkap Karen AbuZayd dari UNRWA.

“Akan tetapi kami membutuhkan lebih banyak lagi karena kami benar-benar kehabisan persedian.”

Sementara itu, Iran mencoba mengapalkan 2.000 ton makanan dan air ke Gaza pada Senin lalu, menurut laporan sebuah media Iran.

Iran telah lama memberikan bantuan guna mendukung para pengikut pemerintahan ekstrimis Islam di Gaza dengan membekalinya dengan senjata dan pelatihan. Keduanya baik Iran maupun Hamas tidak mau mengakui keberadaan Israel. Di masa lalu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga telah menyerukan untuk menghancurkan Israel.

Menurut kepala kelompok Sabit Merah Iran, Masoud Khatami, Iran berencana untuk mengirimkan tiga kapal bantuan kemanusiaan lagi, disamping berton-ton makanan, ke Gaza melalui Mesir. Sementara itu, sekelompok imam konservatif Iran yang berpengaruh telah merekrut sekitar 3.550 orang sukarelawan guna melawan Israel sebagai respon atas serangan udara di jalur Gaza mulai Senin, menurut The Associated Press.

Para relawan dikumpulkan oleh Kelompok Tempur Clergy Society’s Web Site, yang memberikan tiga pilihan kepada para relawan bagaimana cara untuk berperang melawan Israel: melalui militer, keuangan dan propaganda.

Pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan pada Minggu lalu bahwa siapa saja yang terbunuh di jalur Gaza melawan Israel karena membela Palestina akan dianggap sebagai seorang martir.

Next Story : Ditemukan, Kitab Kristiani Berilustrasi Pertama

Terpopuler

Headlines Hari ini