Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Maoists Akui Bertanggungjawab Atas Pembunuhan Pemimpin Hindu Yang Memicu Pertikaian Antar Agama


Posted: Oct. 07, 2008 13:04:03 WIB

BHUBANESHWAR, India-Kelompok pemberontak Maoist mengatakan bahwa merekala yang membunuh pemimpin garis keras Hindu yang kematiannya memicu kekerasan antara umat Kristiani dan Hindu yang mengakibatkan puluhan orang meninggal, menurut laporan sebuah saluran televisi Minggu kemarin.

Kelompok sayap kanan Hindu menuduh orang Kristen atas peristiwa pembunuhan Swami Laxmanananda Saraswati pada 24 Agustus lalu di wilayah bagian timur Orissa.

Mereka membakar panti asuhan Kristen, dan kerumunan orang kemudian menyerang gereja-gereja dan rumah-rumah serta toko milik orang Kristen. Sedikitnya 28 orang telah dibunuh di desa-desa di seluruh wilayah bagian tersebut.

Kelompok Maoist mengaku bertanggungjawab atas pembunuhan terhadap pemimpin Hindu dan menuduh pemerintah pemerintah wilayah memicu ketegangan antara Kristiani dan Hindu, menurut laporan saluran berita NDTV.

"Kami memerintahkan hukuman mati terhadap Swami Laxmanananda," kata Sabyasachi pemimpin cabang partai komunis Orissa, India kepada NDTV.

Panda mengatakan bahwa pemimpin Hindu dan pengikutnya telah melemparkan tuduhan yang tidak benar terhadap umat Kristiani bahwa mereka membunuh sapi, yang bagi umat Hindu dianggap suci, dan dianggap telah memaksa umat Hindu mengubah agamanya menjadi Kristen.

"Hal ini memaksa kami untuk menyerangnya,"ujar Panda sebagaimana dikutip NDTV .

Panda mengatakan kelompok pemberontak telah mengeluarkan surat pengakuan pertanggungjawaban atas pembunuhan, meskipun demikian pihak berwenang menekan mereka.

"Pemerintah daerah membuat seolah-olah kelompok Kristen yang bertanggungjawab terhadap penyerangan,”ujarnya sebagaimana dikutip NDTV.

Kelompok Maoist tidak dapat dihubungi segera untuk mengkonfirmasi laporan pernyataan tersebut.

Pihak kepolisian dengan segera mengeluarkan pernyataan setelah pembunuhan pemimpin Hindu bahwa mereka mencurigai gerilyawan Maoist setelah mereka meninggalkan surat pengakuan bertanggungjawab. Mereka mengatakan bahwa serangan tersebut kemunginan merupakan usaha percobaan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak untuk memberikan dukungan kepada warga desa yang telah mengkonversi agamanya menjad Kristen.

Para pemimpin Kristen juga telah mengkritik pemerintah daerah, dengan mengatakan bahwa pemerintah daerah tidak melakukan upaya yang memadai untuk menghentikan kekerasan.

Pejabat kepolisian senior Manmohan Praharaj menolak untuk memberikan komentar Minggu kemarin.

Sub- Ash Chouhan, seorang pemimpin Vishwa Hindu Parishad, atau Dewan Hindu Dunia, sebuah organisasi yang menaungi kelompok-kelompok nasionalis Hindu, menolak pernyataan pertanggungjawaban Maoist.

"Kami tidak percaya apa yang dia katakan,” kata Chouhan. "Mengapa semuanya terjadi begitu tiba-tiba setelah beberapa hari insiden terjadi dia baru muncul dan berbicara di televisi?”

Kelompok Militan Hindu mengatakan bahwa kebenaran agama negara mereka telah diremehkan oleh para misionaris dan menuduh mereka melakukan penyuapan, tekanan dan bahkan membunuh untuk mengumpulkan lebih banyak lagi pengikut.

Sekitar 80 persen dari 1,1 milyar penduduk India adalah Hindu, tetapi secara resmi negara tersebut merupakan negara sekuler. Kristiani sekitar 2,5 persen dari populasi penduduk.

Konversi menjadi Kristen ditawarkan kepada penduduk berkasta rendah dalam Hindu sebgaia suatu cara menghilangkan diskriminasi di dalam kasta, dan beberapa misionaris membangun klinik-klinik pengobatan dan sekolah-sekolah yang jauh lebih baik dibandingkan dengan yang dikelola oleh instansi pemerintah.

Misionaris menyangkal telah melakukan pemaksaan kepada siapa saja untuk mengkonversi agamanya.

Next Story : Dewan Gereja Malaysia Mendesak Pelepasan Segera Alkitab yang Disita

Terpopuler

Headlines Hari ini