Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

Joy: Terimakasih Tuhan Yesus


Posted: Sep. 07, 2004 00:28:24 WIB
joy-terimakasih-tuhan-yesus

Berakhir sudah klimaks Indonesian Idol. Joy Tobing, gadis kelahiran Jakarta, 20 Maret 1980, akhirnya terpilih sebagai The First Indonesia Idol, dan berhak mewakili Indonesia menuju Asian dan World Idol. Bayangkan, dari empat juta suara pemirsa yang masuk via SMS dan telepon, Joy meraih terbanyak dengan selisih 6 persen dibanding Delon.

Begitu namanya disebut oleh duo pemandu acara Irgi dan Ata, tangis bahagia pun tak tertahankan. Semua finalis Indonesian Idol langsung berebut naik ke panggung untuk mengucapkan selamat kepada sang bintang. Joy pun langsung mengucap syukur. ‘’Terima kasih Tuhan Yesus.’’

Kebahagiaan tak hanya ada di panggung. Kedua orang tua dan adik Joy, JML Tobing, Roma Sibuea, dan Jelita plus para kerabat juga

tak mampu menahan perasaan. Mereka berdiri, memberikan aplaus panjang, dan meneteskan air mata kebahagiaan.

Setelah itu, mereka mengucapkan doa bersama dipimpin oleh seorang pendeta yang khusus diajak untuk melihat penampilan Joy Sabtu malam (04/09) itu. Mereka berkumpul membentuk setengah lingkaran dengan tangan diulurkan ke depan.

Setelah berdoa, Joy pun mengucapkan salam bagi kedua orangtuanya. “Terima kasih papa dan mama,” kata Joy di sela-sela menyanyikan lagu Karena Cinta di pengujung acara. Lagu ciptaan Glenn Fredly itu memang berhak dinyanyikan Joy. Lagu itulah yang dijadikan andalan ketika album solo Joy di-rilis pada 20 September nanti sebagai salah satu hadiah dari penyelenggara.

Hadiah yang lain adalah sebuah Toyota Vios plus rentetan hadiah dari sponsor yang tak kalah istimewa. Dan, yang mungkin paling penting, Joy bakal mewakili Indonesia menghadapi para idola dari negara-negara lain dalam ajang bertitel World Idol.

Sementara itu, kubu Delon -esaing Joy tadi malam- tampaknya sudah siap dengan kekalahan. Dari atas panggung, tak terlihat roman kecewa di muka Delon. Di bangku penonton, pihak keluarga pun tampak menerima. Ibu Delon, Liauw Agin, langsung pergi menemui keluarga Joy untuk memberikan ucapan selamat. Mereka pun berpelukan.

Bagi Delon sendiri, kehadiran sang ibu sudah merupakan hadiah yang sangat indah. Liauw Agin sebenarnya jarang sekali menyaksikan langsung penampilan putra bungsunya itu. Kondisi kesehatan Liauw memang tidak memungkinkannya untuk selalu datang menonton. Sudah empat tahun ini perempuan yang ditinggal mati suaminya sejak 2001 itu menderita penyakit jantung. “Saya kalau lihat Delon suka deg-degan. Apalagi kalau dia mulai dikritik juri. Waduh, penyakit saya bisa kambuh,” kata Liauw.

Itu ditegaskan Daniel, kakak sulung Delon. “Mama biasanya memang nonton di rumah. Kalau langsung nonton, mama bisa dag dig dug. Nggak baik buat jantung mama. Jadi, Mama nonton di rumah. Yang menemani tetangga sama pembantu,” kata Daniel. “Kalau pun di rumah, mama juga nggak berani nonton di televisi. Mama takut nonton. Jadi, kalau dengar Delon nyanyi dan jurinya bilang bagus, barulah mama nonton. Kalau dikritik, mama nggak mau nonton,” lanjutnya.

Dalam ajang result show itu, awalnya Liauw Agin juga tak berencana datang. Menurut Daniel, ibunya dalam keadaan kurang sehat dan akan menyaksikan penampilan Delon lewat layar kaca saja. Tapi, naluri keibuannya mengalahkan segalanya. Dengan kondisi tubuh yang tidak fit, Liauw Agin hadir memberikan dukungan terhadap putra tercintanya.

Sementara, Joy sendiri tak menyangka bisa menang, dan sebelum final result itu, Joy mengaku tak bisa tidur. “Sejak lima besar saya memang sudah sulit tidur, tapi semalam saya benar-benar susah tidur. Saking gelisahnya saya sampai stres,” ujar Joy. Selain kemenangannya, Joy ternyata juga mengkhawatirkan hal lain. “Saya sempat khawatir karena Delon punya wajah ganteng dan fans abg yang sangat fanatik,” ungkap Joy yang disambut senyuman Delon.

JOY

Sejak kecil Joy memang sudah mempunyai bakat me-nyanyi. Karena itu kedua orang tuanya, Jamarudud Tobing dan Roma Sibuea, segera memasukkan anak sulung mereka ke Bina Vokalia. Selama tiga tahun sejak kelas IV SD sampai kelas VI, Joy tekun melatih vokalnya di bawah asuhan Pranadjaja. Kemampuan vokal Joy pun berkembang di berbagai festival yang diikutinya, dan tak jarang pula si penggemar warna pink ini menjadi pemenang. Misalnya saja grand final cipta pesona bintang RCTI tahun 1994, di mana Joy menjadi juara pertama. Begitu pula saat final aksi RCTI 1995 serta grand championship laser karaoke pioneer in Asia di Shanghai, Cina dan Jepang, Joy mampu tampil sebagai pemenangnya. Sehingga tak heran mahasiswa sastra Inggris Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini dijuluki ‘Macan Festival’.

Sementara itu, Komentar saat menemui orang tua Joy mengaku, telah mengeluarkan dana Rp 8 juta untuk mencetak poster dan brosur serta pulsa voucher yang dibagikan pada sanak keluarganya saat Joy masih berjuang menyanyi di babak spektakuler. “Untuk menyukseskan Joy kami harus merelakan kehilangan dana ditaksirkan Rp 8 juta guna membuat alat pendukung dan semangat Joy dalam acara ini,” kata Jamarudud Tobing ditemui usai acara.(zal/dtc)

Next Story : Arkeolog Temukan Model Rumah Yesus di Masa Kecil

Terpopuler

Headlines Hari ini