Hot Topics » Pakistan Swat valley Sri Lanka conflict Abortion Barack Obama India Lausanne Movement

AA Yewangoe: Tahun Ini Masyarakat Indonesia Hidup dalam Kekalutan


Posted: Dec. 30, 2005 20:34:25 WIB

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt DR Andreas A Yewangoe mengatakan, sepanjang tahun ini masyarakat Indonesia hidup dalam situasi kekhawatiran, kekalutan dan ketakutan akibat berbagai peristiwa seperti maraknya tindak kekerasan, peledakan bom, kemiskinan hingga kelaparan. Di lingkungan gereja pun saat ini rasa ketakutan dan kekhawatiran muncul menyusul maraknya penutupan dan pengrusakan gereja-gereja belakangan ini.

"Dalam situasi seperti ini, saya kira umat gereja mengalami situasi sulit karena untuk melakukan ibadah saja pun sepertinya bagaikan suatu barang mewah," ujar Yewangoe dalam kotbahnya pada perayaan Natal Oikumene masyarakat Sumatera Utara yang dilaksanakan di TD Pardede Hall Medan, Rabu (28/12), Harian SIB memberitakan.

Yewangoe lebih lanjut memaparkan, tayangan-tayangan di beberapa media terutama televisi dewasa ini membuat masyarakat semakin diliputi kekhawatiran terutama orangtua karena anak-anak menyaksikan tayangan film-film mistis, hantu-hantu, pornografi dan tindak kekerasan. Seyogianya media massa dan televisi itu ikut membantu membangun mental yang baik bagi masyarakat bangsa ini.

Ia juga mengimbau umat gereja untuk menebar Kasih dan peran sertanya dalam kehidupan umat beragama dan pembangunan bangsa dan negara ini agar mampu memberi kesejahteraan kepada seluruh masyarakat.

Tapi umat Kristen, katanya, tidak perlu takut karena Allah itu tetap menyertai manusia dalam situasi dan keadaan apapun.

Perayaan Natal yang bertema 'Jangan Takut, Sebab Aku Menyertai Engkau' ini, dihadiri ribuan umat Kristiani dari seluruh denominasi gereja dan sekte yang ada di Sumut.

Natal tersebut menghadirkan penyanyi sekaligus penginjil Jack Marpaung, para pendeta dan pemuka agama Kristen di antaranya Sekum PGI Wilayah Sumut Pdt Langsung Sitorus STh, Uskup Agung Medan Mgr Pius Datubara mewakili Keuskupan Agung Medan, Pdt Paul Wakkary mewakili PGPI Sumut-NAD, Pdt Torang Pasaribu MA mewakili PII Sumut, Pdt Petrus Lomba STh mewakili BPD GGBI Sumut, Pdt Moses Alegesan mewakili Gereja Anglikan Sumut dan Pater P Manalu MTh mewakili Gereja Ortodox Indonesia.

Sementara itu, Plt Gubsu Drs Rudolf Pardede dalam sambutannya mengajak umat gereja untuk meningkatkan kualitas rohani dan SDM serta partisipasi dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Pemuka Agama Drs H Isma Muin Nasution mengatakan, dari seluruh daerah di Indonesia kehidupan beragama yang paling kondusif ada di Sumut. Untuk itu rasa persatuan dan kesatuan dalam kerukunan umat beragama yang telah terbina selama ini harus dipertahankan.

Usai kebaktian, panitia Natal membagikan 700 bungkus beras gratis untuk masyarakat kurang mampu sebagai bingkisan Natal yang masing-masing bungkus berisi 10 kg beras. Pembagian bingkisan itu dibantu pemuda GAMKI Sumut.

Next Story : Perempuan Iran yang Pindah Agama Didakwa Murtad, Menyebarkan Ke-Kristenan

Terpopuler

Headlines Hari ini