Produsen PC terbesar dunia, Dell, akan menarik 4,1 juta unit baterai komputer notebook, karena risiko kebakaran.
Sebagian besar baterai itu digunakan dalam komputer yang dijual di Amerika Serikat, tapi lebih dari 1 juta unit dijual di negara lain.
Dell mengatakan mengetahui enam kasus baterai yang diproduksi oleh Sony itu menjadi terlalu panas atau terbakar, sejak bulan Desember.
Lembaga keselamatan konsumer Amerika CPSC mengatakan, ini merupakan penarikan produk elektris terbesar sepanjang sejarahnya.
Jurubicara CPSC, Cott Wolfson mengatakan, pengguna komputer yang mengalami masalah ini dianjukan hanya mengoperasikan komputer mereka dengan kabel listrik.
Baterai lithium-ion Sony dipasang pada laptop Dell yang dikirim antara April 2004 dan Juli 2006.
Baterai itu disertakan di sejumlah model komputer notebook produksi Dell, yakni Latitude, Inspiron, XPS dan Precision
"Dalam kasus yang jarang terjadi, hubungan singkat bisa menyebabkan baterai menjadi terlalu panas, dan menimbulkan risiko munculnya asap atau kebakaran," kata jurubicara Dell, Ira Williams.
"Ini terjadi dalam kasus-kasus langka, tapi kami memilih untuk segera mengambil tindakan umum ini," tambahnya.
Dell telah meluncurkan situs internet http://www.dellbatteryprogram.com untuk memberi informasi kepada konsumen untuk memperoleh baterai pengganti.
Belum ada laporan terjadinya cedera terkait dengan komputer laptop Dell dengan baterai cacat ini, kata perusahaan itu kepada kantor berita Reuters.
CPSC mengidentifikasi 339 insiden di mana baterai lithium yang dipergunakan dalam laptop dan telepon genggam, bukan hanya produk Dell, yang menjadi kelewat panas (overheat) antara tahun 2003 dan 2005.
Sejumlah insiden menyebabkan kulit gosong atau cedera dan kerusakan barang, kata Wolfson. (BBC)
Ratusan warga di Kelurahan/Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, menolak pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pekiringan dan kegiatan kebaktian yang dilaksanakan jemaat di gereja tersebut, Minggu.